ANALISIS KRITIS TERHADAP ETIKA KRISTEN DAN HAK ASASI MANUSIA
Kata Kunci:
Christian ethics, human rights, theology, human dignity, Etika Kristen, hak asasi manusia, teologi, martabat manusiaAbstrak
ABSTRACT
Christian ethics and human rights are often perceived as two distinct moral frameworks that sometimes intersect and at other times conflict. Human rights discourse emphasizes human autonomy, equality, and freedom, while Christian ethics is rooted in divine revelation and moral responsibility before God. This article aims to critically analyze the relationship between Christian ethics and human rights, highlighting both tensions and points of convergence. Using a qualitative library research approach, this study examines biblical texts and theological literature related to ethics and human dignity. The findings show that Christian ethics provides a strong theological foundation for human rights, especially in its emphasis on human dignity as created in the image of God, while also offering critical perspectives on the limitations of secular human rights discourse.
Keywords: Christian ethics, human rights, theology, human dignity.
ABSTRAK
Etika Kristen dan hak asasi manusia (HAM) sering dipandang sebagai dua kerangka moral yang berbeda, bahkan dalam beberapa hal dianggap saling bertentangan. Wacana HAM menekankan kebebasan, kesetaraan, dan otonomi manusia, sementara etika Kristen berakar pada wahyu Allah dan tanggung jawab moral manusia di hadapan Allah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis relasi antara etika Kristen dan HAM dengan menyoroti ketegangan sekaligus titik temu di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap teks Alkitab dan literatur teologi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika Kristen memberikan dasar teologis yang kuat bagi HAM, terutama melalui konsep martabat manusia sebagai gambar Allah, sekaligus menawarkan kritik terhadap keterbatasan pemahaman HAM yang bersifat sekuler.
Kata kunci: Etika Kristen, hak asasi manusia, teologi, martabat manusia.

